Di antara hal-hal yang membatalkan shalat sebagaimana yang
telah dijabarkan oleh para fuqaha adalah sebagai berikut :
1. Berbicara Dengan Sengaja
Berbicara dengan sengaja yang dimaksud disini bukanlah berupa
bacaan bacaan dalam AlQuran, dzikir atau pun do’a. Akan tetapi
merupakan pembicaraan yang sering dilakukan manusia dalam
kehidupan sehari-harinya. Hal ini sesuai dengan hadits
Rasulullah saw. yang di riwayatkan Imam Bukhari dan Imam
Muslim (Muttafaqun ‘Alaih) berikut:
ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺍﺭﻗﻢ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ , ﻗﺎﻝ : ﻛﻨﺎ ﻧﺘﻜﻠﻢ ﻓﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ , ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺃﺣﺪﻧﺎ
ﺍﺧﺎﻩ ﻓﻰ ﺣﺎﺟﺘﻪ , ﺣﻨﻰ ﻧﺰﻝ ﻓﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ( ﺣﺎﻓﻈﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﻭ
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﻮﺳﻄﻰ ﻭ ﻗﻮﻣﻮﺍ ﻟﻠﻪ ﻗﺎﻧﺘﻴﻦ ) ﻓﺄﻣﺮﻧﺎ ﻧﺎﻟﺴﻜﻮﺕ
aynitrAِ :
“Dari Zaid bin Al-Arqam ra berkata,”Dahulu kami bercakap-capak
pada saat shalat. Seseorang ngobrol dengan temannya di dalam
shalat. Yang lain berbicara dengan yang disampingnya. Hingga
turunlah firman Allah SWT “Peliharalah semua shalat, dan shalat
wusthaa . Berdirilah untuk Allah dengan khusyu”. Maka kami
diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara dalam shalat”.
(HR. Jamaah kecuali Ibnu Majah).
Perkataan yang keluar disaat shalat, baik itu satu kata ataupun
hanya satu huruf akan membatalkan shalat jika dilakukan dengan
sengaja. Berbeda bila seseorang melakukannya tanpa sadar alias
tidak disengaja, ataupun melakukannya tanpa tahu hukumnya
maka syari’ memberikan keringanan bagi orang yang
melakukannya (berbicara dalam shalat), selama perkataan atau
atau pun kata yang disebutkan masih dalam kategori sedikit.
Dalam satu riwayat dikatakan tidak lebih dari 6 kata.
2. Makan dan Minum
Makan dan minum adalah salah satu perbuatan yang dapat
membatalkan shalat. Apabila seseorang makan atau pun minum
ketika melaksanakan shalat dengan sengaja, maka shalatnya
batal. Hal ini disebabkan karena akan menghilangkan kemulian
dalam shalat. perbuatan makan dan minum dalam shalat ini, baik
sedikit ataupun banyak selama dilakukan dengan sengaja tetap
akan membatalkan shalatnya.
Adapun jika perbuatan makan dan minum dalam shalat ini
dilakukan tanpa disengaja, maka disyaratkan dalam hal tersebut
tidak lebih dari kadar humsah ﺍﻟﺤﻤﺼﺔ (tidak bisa dibakar ataupun
di masak kembali), yaitu kadar/batasan yang menjadi kebiasaan
dalam kehidupan. Maka shalatnya tidak batal. Dan apabila di
dalam mulut seseorang ada sisa gula atau sesuatu yang bisa
mencair atau pun meleleh ketika melaksanakan shalat, maka jika
ia menelannya akan membatalkan shalatnya.
3. Banyak Gerakan dan Terus Menerus
Yang dimaksud adalah gerakan yang banyak dan berulang-ulang
terus dan bukan merupakan gerakan yang terdapat dalam shalat.
Mazhab Imam Syafi’i memberikan batasan sampai tiga kali
gerakan berturut-turut sehingga seseorang batal dari shalatnya.
Namun bukan berarti setiap ada gerakan langsung membatalkan
shalat. Sebab dahulu Rasulullah SAW pernah shalat sambil
menggendong anak (cucunya).
Rasulullah SAW shalat sambil mengendong Umamah, anak
perempuan dari anak perempuannya. Bila beliau SAW sujud, anak
itu diletakkannya dan bila berdiri digendongnya lagi”. (HR.
Bukhari dan Muslim)
Bahkan beliau SAW memerintah orang yang sedang shalat untuk
membunuh ular dan kalajengking (al-aswadain). Dan beliau juga
pernah melepas sandalnya sambil shalat. Kesemuanya gerakan
itu tidak termasuk yang membatalkan shalat.
4. Membelakangi atau Tidak Menghadap Kiblat
Bila seseorang shalat dengan membelakangi kiblat dengan
sengaja, atau di dalam shalatnya melakukan gerakan hingga
badannya bergeser arah hingga membelakangi kiblat , maka
shalatnya itu batal dengan sendirinya.
Hal ini ditandai dengan bergesernya arah dada orang yang
sedang shalat itu, menurut kalangan Ulama Syafi’iyah dan Ulama
Hanafiyah. Sedangkan menurut Ulama Mazhab Malikiyah,
bergesernya seseorang dari menghadap kiblat ditandai oleh posisi
kakinya. Sedangkan menurut Mazhab Hanabilah, ditentukan dari
seluruh tubuhnya.
Kecuali pada shalat sunnah, dimana menghadap kiblat tidak
menjadi syarat shalat. Rasulullah SAW pernah melakukannya di
atas kendaraan dan menghadap kemana pun kendaraannya itu
mengarah.
Namun yang dilakukan hanyalah shalat sunnah, adapun shalat
wajib belum pernah diriwayatkan bahwa beliau pernah
melakukannya. Sehingga sebagian ulama tidak membenarkan
shalat wajib di atas kendaraan yang arahnya tidak menghadap
kiblat. Namun, dalam kondisi darurat, tidak menghadap kiblat
dibolehkan, selama yang bersangkutan sudah berusaha
semaksimal mungkin untuk tetap menghadap kiblat, misal orang
yang habis operasi berat dan tidak mungkin menggeser-geser
tempat tidurnya atau orang yang berada dalam bus umum yang
perjalanannya tidak mengarah ke arah kiblat, sementara sopirnya
tidak toleran terhadap orang-orang yang mau shalat. Maka jika
mungkin, di waktu takbiratul ihram, tetap menghadap kiblat, tapi
jika tidak mungkin (misalnya karena menghadap kiblat berarti
menghadap ke sandaran kursi), maka dibolehkan menghadap
sesuai arah bus. Namun, jika bisa mengusahakan bus berhenti di
waktu shalat, maka ini adalah yang terbaik.
5. Terbuka Aurat Secara Sengaja
Bila seseorang yang sedang melakukan shalat tiba-tiba terbuka
auratnya secara sengaja, maka shalatnya otomatis menjadi batal.
Baik dilakukan dalam waktu yang singkat ataupun terbuka dalam
waktu yang lama. Namun jika auratnya terbuka tanda disengaja
dan bukan dalam waktu yang lama, maksudnya hanya terbuka
sekilas dan langsung ditutup lagi, para Ulama dari mazhab
Syafi’iyah dan Ulama Hanabilah mengatakan tidak batal.
Namun Ulama Mazhab Malikiyah mengatakan secepat apapun
ditutupnya, kalau sempat terbuka, maka shalat itu sudah batal
dengan sendirinya.
Namun perlu diperhatikan bahwa yang dijadikan sandaran dalam
masalah terlihat aurat dalam hal ini adalah bila dilihat dari
samping, atau depan atau belakang. Bukan dilihat dari arah
bawah seseorang. Sebab bisa saja bila secara sengaja diintip dari
arah bawah, seseorang akan terlihat auratnya. Namun hal ini
tidak berlaku.
6. Mengalami Hadats Kecil atau Besar
Bila seseorang mengalami hadats besar atau kecil, maka batal
pula shalatnya. Baik terjadi tanpa sengaja atau secara sadar.
Namun harus dibedakan dengan orang yang merasa ragu-ragu
dalam berhadats. Para ulama mengatakan bahwa rasa ragu tidak
lah membatalkan shalat. Shalat itu baru batal apabila memang
ada kepastian telah mendapat hadats.
7. Tersentuh Najis baik pada Badan, Pakaian atau Tempat Shalat
Bila seseorang yang sedang shalat terkena benda najis, maka
secara langsung shalatnya menjadi batal. Namun yang dijadikan
patokan adalah bila najis itu tersentuh tubuhnya atau pakaiannya
dan tidak segera ditepis/tampiknya najis tersebut maka batallah
shalatnya tersebut. Adapun tempat shalat itu sendiri bila
mengandung najis, namun tidak sampai tersentuh langsung
dengan tubuh atau pakaian, shalatnya masih sah dan bisa
diteruskan.
Demikian juga bila ada najis yang keluar dari tubuhnya hingga
terkena tubuhnya, seperti mulut, hidung, telinga atau lainnya,
maka shalatnya batal.
Namun bila kadar najisnya hanya sekedar najis yang dimaafkan,
yaitu najis-najis kecil ukuran, maka hal itu tidak membatalkan
shalat.
8. Tertawa
Orang yang tertawa dalam shalatnya, batallah shalatnya itu.
Maksudnya adalah tertawa yang sampai mengeluarkan suara.
Adapun bila sebatas tersenyum, belumlah sampai batal
shalatnya.
9. Murtad, Mati, Gila atau Hilang Akal
Orang yang sedang melakukan shalat, lalu tiba-tiba murtad,
maka batal shalatnya. Demikian juga bila mengalami kematian.
Dan orang yang tiba-tiba menjadi gila dan hilang akal saat
sedang shalat, maka shalatnya juga batal.
10. Berubah Niat
Seseorang yang sedang shalat, lalu tiba-tiba terbetik niat untuk
tidak shalat di dalam hatinya, maka saat itu juga shalatnya telah
batal. Sebab niatnya telah rusak, meski dia belum melakukan hal-
hal yang membatalkan shalatnya.
11. Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat dengan sengaja
Apabila ada salah satu rukun shalat yang tidak dikerjakan dengan
sengaja, maka shalat itu menjadi batal dengan sendirinya.
Misalnya, seseorang tidak membaca surat Al-Fatihah lalu
langsung ruku’, maka shalatnya menjadi batal. Namun jika lupa,
dan ingat selama masih dalam shalat maka dia harus melakukan
sujud syahwi sebelum salam, jika lupa pula untuk sujud syahwi,
maka bisa dilakukan setelah salam.
Kecuali dalam kasus shalat berjamaah dimana memang sudah
ditentukan bahwa imam menanggung bacaan fatihah makmum,
sehingga seorang yang tertinggal takbiratul ihram dan mendapati
imam sudah pada posisi rukuk, dibolehkan langsung ikut ruku’
bersama imam dan telah mendapatkan satu rakaat.
Demikian pula dalam shalat jahriyah (suara imam dikeraskan),
dengan pendapat yang mengataka bahwa bacaan Al-Fatihah
imam telah menjadi pengganti bacaan Al-Fatihah buat makmum,
maka bila makmum tidak membacanya, tidak membatalkan
shalat.
12. Mendahului Imam dalam Shalat Jama’ah
Bila seorang makmum melakukan gerakan mendahului gerakan
imam, seperti bangun dari sujud lebih dulu dari imam, maka
batal-lah shalatnya. Namun bila hal itu terjadi tanpa sengaja,
maka tidak termasuk yang membatalkan shalat.
AS-Syafi’iyah mengatakan bahwa batasan batalnya shalat adalah
bila mendahului imam sampai dua gerakan yang merupakan rukun
dalam shalat. Hal yang sama juga berlaku bila tertinggal dua
rukun dari gerakan imam.
13. Terdapatnya Air bagi Orang yang Shalatnya dengan
Tayammum
Seseorang yang bertayammum sebelum shalat, lalu ketika shalat
tiba-tiba terdapat air yang bisa dijangkaunya dan cukup untuk
digunakan berwudhu’, maka shalatnya batal. Dia harus
berwudhu’ saat itu dan mengulangi lagi shalatnya.
14. Berubah Niat
Niat adalah salah satu rukun dalam shalat, jika rukun tersebut
tidak terpenuhi maka tidak sah shalatnya tersebut. Seseorang
yang sedang melaksanakan shalat, kemudian dia berniat keluar
dari shalatnya tersebut, atau ada sesuatu kejadian yang membuat
(mushalli) keluar dari shalatnya, maka shalatnya tersebut akan
menjadi batal dengan berubah niatnya tersebut, karena shalat
harus dimulai dengan niat yang pasti.
15. Mengucapkan Salam Secara Sengaja
Bila seseorang mengucapkan salam secara sengaja dan sadar,
maka shalatnya batal. Dasarnya adalah hadits Nabi SAW yang
menyatakan bahwa salam adalah hal yang mengakhiri shalat.
Kecuali lafadz salam di dalam bacaan shalat, seperti dalam bacaa
tahiyat.
Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.
wawan gunawan
Selasa, 13 Desember 2016
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT
Minggu, 04 Desember 2016
Arduino
Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat
open-source [1] , diturunkan dari Wiring platform[2] , dirancang
untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai
bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan
softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.
Arduino juga merupakan platform[3] hardware terbuka yang
ditujukan kepada siapa saja yang ingin membuat purwarupa
peralatan elektronik interaktif berdasarkan hardware dan
software yang fleksibel dan mudah digunakan. Mikrokontroler
diprogram menggunakan bahasa pemrograman arduino yang
memiliki kemiripan syntax dengan bahasa pemrograman C.
Karena sifatnya yang terbuka maka siapa saja dapat
mengunduh skema hardware arduino dan membangunnya.
Arduino menggunakan keluarga mikrokontroler ATMega yang
dirilis oleh Atmel sebagai basis, namun ada individu/
perusahaan yang membuat clone arduino dengan menggunakan
mikrokontroler lain dan tetap kompatibel dengan arduino pada
level hardware. Untuk fleksibilitas, program dimasukkan melalui
bootloader meskipun ada opsi untuk membypass bootloader dan
menggunakan downloader untuk memprogram mikrokontroler
secara langsung melalui port ISP.
Sejarah Singkat
Semuanya berawal dari sebuah thesis yang dibuat oleh
Hernando Barragan, di institute Ivrea , Italia pada tahun 2005,
dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartielles dan
diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino
yang dalam bahasa Italia berarti teman yang berani.
Tujuan awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat
mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. Dan
perangkat tersebut ditujukan untuk para siswa yang akan
membuat perangkat desain dan interaksi. Visi awalnya aja udah
mulia kan.
Saat ini tim pengembangnya adalah Massimo Banzi, David
Cuartielles, Tom Igoe, Gianluca Martino, David Mellis, dan
Nicholas Zambetti. Mereka mengupayakan 4 hal dalam Arduino
ini, yaitu:
1. Harga terjangkau
2. Dapat dijalankan diberbagai sistem operasi, Windows, Linux,
Max, dan sebagainya.
3. Sederhana, dengan bahasa pemograman yang mudah bisa
dipelajari orang awam, bukan untuk orang teknik saja.
4. Open Source, hardware maupun software.
Sifat Arduino yang Open Source, membuat Arduino berkembang
sangat cepat. Dan banyak lahir perangkat-perangkat sejenis
Arduino. Seperti DFRDuino atau Freeduino, dan kalau yang lokal
ada namanya CipaDuino yang dibuat oleh SKIR70, terus ada
MurmerDuino yang dibuat oleh Robot Unyil, ada lagi
AViShaDuino yang salah satu pembuatnya adalah Admin Kelas
Robot.
Sampai saat ini pihak resmi, sudah membuat berbagai jenis-
jenis Arduino. Mulai dari yang paling mudah dicari dan paling
banyak digunakan, yaitu Arduino Uno. Hingga Arduino yang
sudah menggunakan ARM Cortex, beebentuk Mini PC. Dan
sudah ada ratusan ribu Arduino yang digunakan di gunakan di
dunia pada tahun 2011. Dan untuk hari ini, yang bisa kamu
hitung sendiri ya. Dan Arduino juga sudah banyak dipaka oleh
perusahaan besar. Contohnya Google menggunakan Arduino
untuk Accessory Development Kit, NASA memakai Arduino untuk
prototypin, ada lagi Large Hadron Colider memakai Arduino
dalam beberapa hal untuk pengumpulan data. Dan banyak yang
bertanya juga Arduino ini menggunakan bahasa pemograman
apa? Arduino sebenarnya menggunakan bahas C, yang sudah
disederhanakan. Sehingga orang awam pun bisa menjadi
seniman digital, bisa mempelajari Arduino dengan mudahnya...
Jenis-Jenis Arduino
Dan seperti Microcontroller yang banyak jenisnya, Arduino lahir
dan berkembang, kemudian muncul dengan berbagai jenis.
Diantaranya adalah:
a. Arduino Uno
Jenis yang ini adalah yang paling banyak digunakan. Terutama
untuk pemula sangat disarankan untuk menggunakan Arduino
Uno. Dan banyak sekali referensi yang membahas Arduino Uno.
Versi yang terakhir adalah Arduino Uno R3 (Revisi 3),
menggunakan ATMEGA328 sebagai Microcontrollernya,
memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin input analog. Untuk
pemograman cukup menggunakan koneksi USB type A to To
type B. Sama seperti yang digunakan pada USB printer.
b. Arduino Due
Berbeda dengan saudaranya, Arduino Due tidak menggunakan
ATMEGA, melainkan dengan chip yang lebih tinggi ARM Cortex
CPU. Memiliki 54 I/O pin digital dan 12 pin input analog. Untuk
pemogramannya menggunakan Micro USB, terdapat pada
beberapa handphone.
c. Arduino Mega Mirip dengan Arduino Uno, sama-sama
menggunakan USB type A to B untuk pemogramannya. Tetapi
Arduino Mega, menggunakan Chip yang lebih tinggi
ATMEGA2560. Dan tentu saja untuk Pin I/O Digital dan pin input
Analognya lebih banyak dari Uno.
d. Arduino Leonardo. Bisa dibilang Leonardo adalah saudara
kembar dari Uno. Dari mulai jumlah pin I/O digital dan pin input
Analognya sama. Hanya pada Leonardo menggunakan Micro
USB untuk pemogramannya.
e. Arduino Fio Bentuknya lebih unik, terutama untuk socketnya.
Walau jumlah pin I/O digital dan input analognya sama dengan
uno dan leonardo, tapi Fio memiliki Socket XBee. XBee membuat
Fio dapat dipakai untuk keperluan projek yang berhubungan
dengan wireless.
f. Arduino Lilypad Bentuknya yang melingkar membuat Lilypad
dapat dipakai untuk membuat projek unik. Seperti membuat
amor iron man misalkan. Hanya versi lamanya menggunakan
ATMEGA168, tapi masih cukup untuk membuat satu projek
keren. Dengan 14 pin I/O digital, dan 6 pin input analognya.
g. Arduino Nano Sepertinya namanya, Nano yang berukulan
kecil dan sangat sederhana ini, menyimpan banyak fasilitas.
Sudah dilengkapi dengan FTDI untuk pemograman lewat Micro
USB. 14 Pin I/O Digital, dan 8 Pin input Analog (lebih banyak
dari Uno). Dan ada yang menggunakan ATMEGA168, atau
ATMEGA328.
h. Arduino Mini Fasilitasnya sama dengan yang dimiliki Nano.
Hanya tidak dilengkapi dengan Micro USB untuk pemograman.
Dan ukurannya hanya 30 mm x 18 mm saja.
i. Arduino Micro Ukurannya lebih panjang dari Nano dan Mini.
Karena memang fasilitasnya lebih banyak yaitu; memiliki 20 pin
I/O digital dan 12 pin input analog.
j. Arduino Ethernet Ini arduino yang sudah dilengkapi dengan
fasilitas ethernet. Membuat Arduino kamu dapat berhubungan
melalui jaringan LAN pada komputer. Untuk fasilitas pada Pin I/
O Digital dan Input Analognya sama dengan Uno.
k. Arduino Esplora Rekomendasi bagi kamu yang mau membuat
gadget sepeti Smartphone, karena sudah dilengkapi dengan
Joystick, button, dan sebagainya. Kamu hanya perlu tambahkan
LCD, untuk lebih mempercantik Esplora.
l. Arduino Robot Ini adalah paket komplit dari Arduino yang
sudah berbentuk robot. Sudah dilengkapi dengan LCD, Speaker,
Roda, Sensor Infrared, dan semua yang kamu butuhkan untuk
robot sudah ada pada Arduino ini.
bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform,
dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik
dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor
Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa
pemrograman sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di
seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal
robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah
dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau
profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi
elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai
dalam Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi
bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan
pustaka-pustaka (libraries) Arduino. Arduino juga
menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler,
sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan
antara lain:
* Murah – Papan (perangkat keras) Arduino biasanya
dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan
rupiah saja) dibandingkan dengan platform
mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi,
tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali
karena semua sumber daya untuk membuat sendiri
Arduino tersedia lengkap di website Arduino bahkan di
website-website komunitas Arduino lainnya. Tidak
hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja
di Linux.
* Sederhana dan mudah pemrogramannya – Perlu
diketahui bahwa lingkungan pemrograman di Arduino
mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel bagi
mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk guru/dosen,
Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman
Processing, sehingga jika mahasiswa atau murid-murid
terbiasa menggunakan Processing tentu saja akan
mudah menggunakan Arduino.
* Perangkat lunaknya Open Source – Perangkat lunak
Arduino IDE dipublikasikan sebagai Open Source,
tersedia bagi para pemrogram berpengalaman untuk
pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa
dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++
yang berbasis pada Bahasa C untuk AVR.
* Perangkat kerasnya Open Source – Perangkat keras
Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168,
ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru
ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa
membuatnya (dan kemudian bisa menjualnya) perangkat
keras Arduino ini, apalagi bootloader tersedia langsung
dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Bisa juga
menggunakan breadoard untuk membuat perangkat
Arduino beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.
KELEBIHAN ARDUINO
Tidak perlu perangkat chip programmer karena
didalamnya sudah ada bootloadder yang akan
menangani upload program dari komputer.
Sudah memiliki sarana komunikasi USB, Sehingga
pengguna laptop yang tidak memiliki port serial/RS323
bisa menggunakannya.
Memiliki modul siap pakai ( Shield ) yang bisa
ditancapkan pada board arduino. Contohnya shield GPS,
Ethernet,dll.
SOKET USB
Soket USB adalah soket kabel USB yang disambungkan
kekomputer atau laptop. Yang berfungsi untuk
mengirimkan program ke arduino dan juga sebagai port
komunikasi serial.
INPUT/OUTPUT DIGITAL DAN INPUT ANALOG
Input/output digital atau digital pin adalah pin pin untuk
menghubungkan arduino dengan komponen atau
rangkaian digital. contohnya , jika ingin membuat LED
berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada salah satu
pin input atau output digital dan ground. komponen lain
yang menghasilkan output digital atau menerima input
digital bisa disambungkan ke pin pin ini.
Input analog atau analog pin adalah pin pin yang
berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau
rangkaian analog. contohnya , potensiometer, sensor
suhu, sensor cahaya, dll.
CATU DAYA
pin pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan
untuk komponen atau rangkaian yang dihubungkan
dengan arduino. Pada bagian catu daya ini pin Vin dan
Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan
langsung kepada arduino tanpa melalui tegangan pada
USB atau adaptor, sedangkan Reset adalah pin untuk
memberikan sinyal reset melalui tombol atau rangkaian
eksternal.
Baterai / Adaptor
Soket baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai
arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada
saat arduino sedang tidak disambungkan kekomputer.
Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan
USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB,
Jika tidak perlu memasang baterai/adaptor pada saat
memprogram arduino.
Jumat, 25 November 2016
MEMBUAT RADAR PENDETEKSI OBJEK DENGAN ARDUINO
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
ُ
Anda semua pada tahu kan apa itu Radar ? Yups Radar yakni semacam alat pendeteksi objek. Biasanya sering terdapat pada kendaraan-kendaraan perang semacam jet tempur, tank, kapal selam, dan lain sebagainya. Nah pada tutorial kali ini, kita akan mencoba membuat sebuah radar sederhana dengan bantuan Arduino sebagai pengcontrol hardwarenya, dan Processing sebagai antarmuka atau interface-nya.
Nah setelah kita kemarin membuat pengontrol 3 step kecepatan motor DC menggunakan Arduino, sekarang saatnya kiat mencoba mengintegrasikan Arduino dengan software interface atau antarmuka yakni Processing.
Yups, Processing adalah sebuah software open source yang memungkinkan kita untuk mengolah berbagai karya visual seperti gambar, tulisan, grafik, dan lain sebagainya. Processing ini juga bisa kita hubungkan dengan perangkat keras lain seperti halnya Arduino. Nah kali ini kita akan menugaskan Processing untuk membaca data serial dari arduino yang berupa jarak objek di depan sensor serta derajat putaran servo yang dipadukan dalam bentuk interface berupa radar.
Project ini bersumber pada website : http://howtomechatronics.com/projects/arduino-radar-project/ dengan beberapa pengeditan pada program Arduinonya. Sedangkan program pada Processing saya copy paste dari website tersebut dengan sedikit penyesuaian karena saya sendiri masih dalam proses belajar untuk software Processing ini hehehe .
Berikut adalah komponen yang perlu sampean siapkan :
Arduino (bisa UNO, MEGA, NANO, dll)
1 buah motor servo
1 buah sensor ultrasonic HC-SR04
Software Processing
Jangan lupa taruh sensor ultrasonicnya di atas servo, karena sensor ultrasonic akan mengikuti pergerakan dari servo.
Berikut adalah program Arduinonya :
//———PROGRAM RADAR PROJECT USING ARDUINO————//
//——AND INTERFACE 2D USING PROCESSING SOFTWARE——–//
//—Original Project From : http://www.howtomechatronics.com—-//
//———–Editing by : M. Nofgi Y.P.U.—————-//
//———-www.nofgipiston.wordpress.com—————-//
//Menambah library servo
#include .
//Deklarasi pin sensor ultrasonic
const int pinTrigger = 36;
const int pinEcho = 37;
//Deklarasi variabel durasi
long durasi;
//Deklarasi variabel jarak
int jarak;
//Deklarasi variabel servo1
Servo servo1;
void setup()
{
//Deklarasi status pin I/O
pinMode(pinTrigger, OUTPUT);
pinMode(pinEcho, INPUT);
//Deklarasi baud rate serial monitor
Serial.begin(9600);
//Deklarasi pin servo1
servo1.attach(A3);
}
void loop()
{
//Derajat servo1 bertambah satu derajat terus-menerus dari 15 derajat
//sampai 165 derajat
for (int i = 15; i <= 165; i++)
{
servo1.write(i);
delay(50);
jarak = hitungJarak();
//Menulis pada serial monitor derajat servo1 dan nilai jarak
Serial.print(i);
Serial.print(“,”);
Serial.print(jarak);
Serial.print(“.”);
}
//Derajat servo1 berkurang satu derajat terus-menerus dari 165 derajat
//sampai 15 derajat
for (int i = 165; i > 15; i–)
{
servo1.write(i);
delay(50);
jarak = hitungJarak();
//Menulis pada serial monitor derajat servo1 dan nilai jarak
Serial.print(i);
Serial.print(“,”);
Serial.print(jarak);
Serial.print(“.”);
}
}
int hitungJarak()
{
//Pengaktifan Trigger pada sensor ultrasonic
digitalWrite(pinTrigger, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(pinTrigger, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(pinTrigger, LOW);
//Pembacaan pulsa pada Echo sensor ultrasonic
//dan konversi dari durasi ke jarak
durasi = pulseIn(pinEcho, HIGH);
jarak = (durasi * 0.034) / 2;
return jarak;
}
Dan berikut ini adalah program pada software Processingnya :
/* Arduino Radar Project
*
* Updated version. Fits any screen resolution!
* Just change the values in the size() function,
* with your screen resolution.
*
* by Dejan Nedelkovski,
* http://www.HowToMechatronics.com
*
*/
import processing.serial.*; // imports library for serial communication
import java.awt.event.KeyEvent; // imports library for reading the data from the serial port
import java.io.IOException;
Serial myPort; // defines Object Serial
// defubes variables
String angle=””;
String distance=””;
String data=””;
String noObject;
float pixsDistance;
int iAngle, iDistance;
int index1=0;
int index2=0;
PFont orcFont;
void setup() {
size (1366, 768); // ***CHANGE THIS TO YOUR SCREEN RESOLUTION***
smooth();
myPort = new Serial(this,”COM3″, 9600); // starts the serial communication
myPort.bufferUntil(‘.’); // reads the data from the serial port up to the character ‘.’. So actually it reads this: angle,distance.
orcFont = loadFont(“OCRAExtended-30.vlw”);
}
void draw() {
fill(98,245,31);
textFont(orcFont);
// simulating motion blur and slow fade of the moving line
noStroke();
fill(0,4);
rect(0, 0, width, height-height*0.065);
fill(98,245,31); // green color
// calls the functions for drawing the radar
drawRadar();
drawLine();
drawObject();
drawText();
}
void serialEvent (Serial myPort) { // starts reading data from the Serial Port
// reads the data from the Serial Port up to the character ‘.’ and puts it into the String variable “data”.
data = myPort.readStringUntil(‘.’);
data = data.substring(0,data.length()-1);
index1 = data.indexOf(“,”); // find the character ‘,’ and puts it into the variable “index1”
angle= data.substring(0, index1); // read the data from position “0” to position of the variable index1 or thats the value of the angle the Arduino Board sent into the Serial Port
distance= data.substring(index1+1, data.length()); // read the data from position “index1” to the end of the data pr thats the value of the distance
// converts the String variables into Integer
iAngle = int(angle);
iDistance = int(distance);
}
void drawRadar() {
pushMatrix();
translate(width/2,height-height*0.074); // moves the starting coordinats to new location
noFill();
strokeWeight(2);
stroke(98,245,31);
// draws the arc lines
arc(0,0,(width-width*0.0625),(width-width*0.0625),PI,TWO_PI);
arc(0,0,(width-width*0.27),(width-width*0.27),PI,TWO_PI);
arc(0,0,(width-width*0.479),(width-width*0.479),PI,TWO_PI);
arc(0,0,(width-width*0.687),(width-width*0.687),PI,TWO_PI);
// draws the angle lines
line(-width/2,0,width/2,0);
line(0,0,(-width/2)*cos(radians(30)),(-width/2)*sin(radians(30)));
line(0,0,(-width/2)*cos(radians(60)),(-width/2)*sin(radians(60)));
line(0,0,(-width/2)*cos(radians(90)),(-width/2)*sin(radians(90)));
line(0,0,(-width/2)*cos(radians(120)),(-width/2)*sin(radians(120)));
line(0,0,(-width/2)*cos(radians(150)),(-width/2)*sin(radians(150)));
line((-width/2)*cos(radians(30)),0,width/2,0);
popMatrix();
}
void drawObject() {
pushMatrix();
translate(width/2,height-height*0.074); // moves the starting coordinats to new location
strokeWeight(9);
stroke(255,10,10); // red color
pixsDistance = iDistance*((height-height*0.1666)*0.025); // covers the distance from the sensor from cm to pixels
// limiting the range to 40 cms
if(iDistance<40){
// draws the object according to the angle and the distance
line(pixsDistance*cos(radians(iAngle)),-pixsDistance*sin(radians(iAngle)),(width-width*0.505)*cos(radians(iAngle)),-(width-width*0.505)*sin(radians(iAngle)));
}
popMatrix();
}
void drawLine() {
pushMatrix();
strokeWeight(9);
stroke(30,250,60);
translate(width/2,height-height*0.074); // moves the starting coordinats to new location
line(0,0,(height-height*0.12)*cos(radians(iAngle)),-(height-height*0.12)*sin(radians(iAngle))); // draws the line according to the angle
popMatrix();
}
void drawText() { // draws the texts on the screen
pushMatrix();
if(iDistance>40) {
noObject = “Out of Range”;
}
else {
noObject = “In Range”;
}
fill(0,0,0);
noStroke();
rect(0, height-height*0.0648, width, height);
fill(98,245,31);
textSize(25);
text(“10cm”,width-width*0.3854,height-height*0.0833);
text(“20cm”,width-width*0.281,height-height*0.0833);
text(“30cm”,width-width*0.177,height-height*0.0833);
text(“40cm”,width-width*0.0729,height-height*0.0833);
textSize(40);
text(“Object: ” + noObject, width-width*0.875, height-height*0.0277);
text(“Angle: ” + iAngle +” °”, width-width*0.48, height-height*0.0277);
text(“Distance: “, width-width*0.26, height-height*0.0277);
if(iDistance<40) {
text(” ” + iDistance +” cm”, width-width*0.225, height-height*0.0277);
}
textSize(25);
fill(98,245,60);
translate((width-width*0.4994)+width/2*cos(radians(30)),(height-height*0.0907)-width/2*sin(radians(30)));
rotate(-radians(-60));
text(“30°”,0,0);
resetMatrix();
translate((width-width*0.503)+width/2*cos(radians(60)),(height-height*0.0888)-width/2*sin(radians(60)));
rotate(-radians(-30));
text(“60°”,0,0);
resetMatrix();
translate((width-width*0.507)+width/2*cos(radians(90)),(height-height*0.0833)-width/2*sin(radians(90)));
rotate(radians(0));
text(“90°”,0,0);
resetMatrix();
translate(width-width*0.513+width/2*cos(radians(120)),(height-height*0.07129)-width/2*sin(radians(120)));
rotate(radians(-30));
text(“120°”,0,0);
resetMatrix();
translate((width-width*0.5104)+width/2*cos(radians(150)),(height-height*0.0574)-width/2*sin(radians(150)));
rotate(radians(-60));
text(“150°”,0,0);
popMatrix();
}
Nah setelah itu silahkan hubungkan Arduino dengan kabel ke laptop/PC sampean, lalu run program pada Processing tersebut. Maka program akan berjalan.
Sabtu, 19 November 2016
THERMO-ELECTRIC (PELTIER)
Pendingin Thermo-Electric (TEC), juga sering disebut pendingin
Peltier ataupompa panassolid-stateyang
memanfaatkanefekPeltier. Saat TEC / Peltier dilewati arus maka
alat ini akan memindahkan panas dari satusisi ke sisi lain,
biasanya menghasilkan perbedaan panas sekitar 40°C - 70°C.
Prinsip pendinginan Thermo-Electric ini ditemukan pertama kali
pada tahun 1834 oleh Jean Peltier, sehingga hasil penemuannya
ini sering disebut “Pendingin Peltier”. Ketika dua konduktor
dihubungkan kontak listrik, elektron akan mengalir dari satu
konduktor yang mempunyai elektron kurang terikat ke konduktor
yang mempunyai elektron yang lebih terikat.
Bahan semikonduktor Thermo-Electric yang paling sering
digunakan saat ini adalah Bismuth Telluride (Bi2Te3). Thermo-
Electric dibangun oleh dua buah semikonduktor yang berbeda,
satu tipe N dan yang lainnya tipe P.
Sebuah Thermo-Electric akan menghasilkan perbedaan suhu
maksimal 70oC antara sisi panas dan dinginnya. Apabila Thermo-
Electric semakin panas maka akan semakin kurang efisiensinya.
Thermo-Electric mempunyai efisiensi sekitar 10% - 15%,
sementara efisiensi model konvensional antara 40% - 60%.
Kata kunci : Thermo-Electric, Peltier, Bismuth Telluride
Pendingin Thermo-Electric (TEC), juga sering disebut
pendingin Peltier atau pompa panas solid-state yang
memanfaatkan efek Peltier untuk memindahkan panas
Saat TEC / Peltier dilewati arus maka alat ini akan
memindahkan panas dari satu sisi ke sisi lain, biasanya
menghasilkan perbedaan panas sekitar 40°C- 70°C dalam
perangkatyang high-end dapat digunakan untuk mentransfer
panas dari satu tempat ke tempat yang lain.
Efek Peltier
Prinsip pendinginan Thermo-Electric ini ditemukan
pertama kali pada tahun 1834 oleh Jean Peltier, sehingga hasil
penemuannya ini sering disebut “ Pendingin Peltier ” Apabila ada
aliran arus listrik, maka akan disertai dengan panas hasil dari
arus tersebut (pemanasan Joule). Jean Peltier mengamati hal ini,
bahwa ketika arus listrik melewati pertemuan dua buah konduktor
yang berbeda (thermocouple ), akan ada efek pemanasan yang
tidak bisa dijelaskan oleh pemanasan Joule saja. Bahkan
tergantung pada arah arus, efeknya bisa berupa pemanasan atau
pendinginan.
Jean Peltier sendiri tidak mau menghargai potensi
penemuannya sendiri, karena hal ini dianggap tidak efisien sampai
akhir abad ke 20.
Cara Kerja
Ketika dua konduktor dihubungkan kontak listrik, elektron
akan mengalir dari satu konduktor yang mempunyai elektron
kurang terikat ke konduktor yang mempunyai elektron yang lebih
terikat. Alasan yang mudah untuk hal ini adalah tingkat perbedaan
Fermi antara dua konduktor.
Perbedaan Fermi adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan bagian atas kumpulan tingkat energi elektron
pada suhu nol absolut. Konsep ini berasal dari statistik Fermi-
Dirac.
Konsep energi Fermi adalah konsep yang sangat penting
untuk memahami sifat listrik dan termal pada benda padat. Kedua
proses listrik dan termal biasanya melibatkan energi elektron.
Ketika dua konduktor dengan tingkat Fermi yang berbeda
digabungkan, elektron akan mengalir dari konduktor dengan
tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah, hingga
perubahan potensial elektrostatik membawa dua tingkat Fermi
menjadi nilai yang sama.
Arus yang melewati Junction baik arah maju maupun
mundur akan menghasilkan perbedaan suhu. Jika suhu Junction
panas (heat sink) bpat isa dijaga tetap rendah dengan
mengurangi atau menghilangkan panas yang dihasilkan, maka
suhu bagian yang dingin dapat dipertahankan sesuai dengan yang
diinginkan dan bisa beberapa puluh derajad dibawah titik nol.
Bahan Thermo-Electric
Semikonduktor adalah bahan pilihan untuk Thermo-Electric
yang umum dipakai. Bahan semikonduktor Thermo-Electric yang
paling sering digunakan saat ini adalah Bismuth Telluride
(Bi2Te3) yang telah diolah untuk menghasilkan blok atau elemen
yang memiliki karakteristik individu berbeda yaitu N dan P. Bahan
Thermo-Electric lainnya termasuk Timbal Telluride (PbTe), Silicon
Germanium (SiGe) dan Bismuth-Antimony (SbBi) adalah paduan
bahan yang dapat digunakan dalam situasi tertentu. Namun,
Bismuth Telluride adalah bahan terbaik dalam hal pendinginan.
Bismuth Telluride memiliki dua karakteristik yang patut
dicatat. Karena struktur kristal, Bismuth Telluride sangat
anisotropic . Perilaku anisotropic perlawanan lebih besar daripada
konduktivitas termalnya. Sehingga anisotropic ini dimanfaatkan
untuk pendinginan yang optimal. Karakteristik lain yang
menarik dari Bismuth Telluride adalah kristal Bismuth Telluride
(Bi2Te3) terdiri dari lapisan heksagonal atom yang sama.
Konstruksi
Thermo-Electric dibangun oleh dua buah semikonduktor
yang berbeda, satu tipe N dan yang lainnya tipe P. (mereka harus
berbeda karena mereka harus memiliki kerapatan elektron yang
berbeda dalam rangka untuk bekerja). Kedua semikonduktor
diposisikan paralel secara termal dan ujungnya digabungkan
dengan lempeng pendingin biasanya lempeng tembaga atau
aluminium.
Kamis, 03 November 2016
KODE RAHASIA ANDROID
Kode Rahasia Android Fungsi
* Kode Rahasia Android Fungsi
* # 0 * # Menu layanan pada Galaxy S III
* # 0 6 # Mengetahui nomor IMEI
* # * # 0 * # * # * Mengetes layar LCD
* # * # 0283 # * # * Menguji paket loopback
* # * # 0289 # * # * Tes Audio
* # * # 0588 # * # * Menguji jarak sensor
* # * # 0842 # * # * Menguji Getar
* # * # 1111 # * # * Menampilkan versi software FTA
* # * # 1234 # * # * Menampilkan info firmware HP dan
PDA
* # 12580 * 369 # Menampilkan info Software dan
Hardware
* # * # 1472365 # * #
* Menguji GPS dengan cepat
* # * # 1575 # * # * Menguji GPS dengan lebih banyak
pilihan
* # * # 197328640 # *
# * Mengaktifkan mode tes layanan
* # * # 2222 # * # * Menampilkan versi hardware FTA
* # * # 232331 # * # * Menguji Bluetooth
* # * # 232337 # * # Menampilkan alamat Bluetooth
* # * # 232338 # * # * Menampilkan alamat Wi-Fi MAC
* # * # 232339 # * # * Mengetes Wireless LAN
* # * # 2664 # * # * Menguji Touchscreen
* 2767 * 3855 # Melakukan Format Factory
* # * # 2663 # * # * Menampilkan versi software
Touchscreen
* # * # 273283 * 255 *
663282 * # * # *
Melakukan Backup dengan cepat
terhadap file media hiburan
* # * # 273282 * 255 *
663282 * # * # * Melakukan Backup terhadap file
## 33284 # Menguji field
##3424# Menjalankan mode diagnostik
## 3282 # Menampilkan menu EPST
* # * # 34971539 # * #
*
Menampilkan informasi kamera
secara detil
* # 301279 # Menampilan menu kontrol HSDPA /
HSUPA
* # * # 3264 # * # * Menampilkan versi RAM
* # * # 4636 # * # * Menampilkan informasi statistik
penggunaan HP dan baterai
* # * # 44336 # * # * Menampilkan waktu pembuatan
dan daftar nomor perubahan
* # * # 4986 *
2650468 # * # *
Menampilkan informasi firmware
HP, Hardware, PDA dan RF
* # 7465625 # Melihat status kunci telepon
* # * # 7780 # * # * Melakukan reset data/partisi ke
kondisi pabrik
* # 872564 # Mengaktifkan USB control logging
* # 9090 # Melihat konfigurasi diagnostik
Untuk menggunakan kode-kode rahasia hp Android diatas, Anda
hanya perlu mengetiknya pada tampilan dial. Jika kode tersebut
tidak berfungsi, maka dipastikan kode yang diketik bukan untuk
merk Android yang sedang Anda gunakan. # 0 * # Menu layanan pada Galaxy S III
* # 0 6 # Mengetahui nomor IMEI
* # * # 0 * # * # * Mengetes layar LCD
* # * # 0283 # * # * Menguji paket loopback
* # * # 0289 # * # * Tes Audio
* # * # 0588 # * # * Menguji jarak sensor
* # * # 0842 # * # * Menguji Getar
* # * # 1111 # * # * Menampilkan versi software FTA
* # * # 1234 # * # * Menampilkan info firmware HP dan PDA
* # 12580 * 369 # Menampilkan info Software dan
Hardware
* # * # 1472365 # * #* Menguji GPS dengan cepat
* # * # 1575 # * # * Menguji GPS dengan lebih banyak pilihan
* # * # 197328640 # *# * Mengaktifkan mode tes
layanan
* # * # 2222 # * # * Menampilkan versi hardware FTA
* # * # 232331 # * # * Menguji Bluetooth
* # * # 232337 # * # Menampilkan alamat Bluetooth
* # * # 232338 # * # * Menampilkan alamat Wi-Fi MAC
* # * # 232339 # * # * Mengetes Wireless LAN
* # * # 2664 # * # * Menguji Touchscreen
* 2767 * 3855 # Melakukan Format Factory
* # * # 2663 # * # * Menampilkan versi software
Touchscreen
* # * # 273283 * 255 *663282 * # * # * Melakukan Backup dengan cepat terhadap file media hiburan
* # * # 273282 * 255 *663282 * # * # * Melakukan Backup terhadap file
## 33284 # Menguji field
##3424# Menjalankan mode diagnostik
## 3282 # Menampilkan menu EPST
* # * # 34971539 # * #* Menampilkan informasi kamera secara detil
* # 301279 # Menampilan menu kontrol HSDPA /
HSUPA
* # * # 3264 # * # * Menampilkan versi RAM
* # * # 4636 # * # * Menampilkan informasi statistik penggunaan HP dan baterai
* # * # 44336 # * # * Menampilkan waktu pembuatan dan daftar nomor perubahan
* # * # 4986 *2650468 # * # * Menampilkan informasi firmware HP, Hardware, PDA dan RF
* # 7465625 # Melihat status kunci telepon
* # * # 7780 # * # * Melakukan reset data/partisi ke
kondisi pabrik
* # 872564 # Mengaktifkan USB control logging
* # 9090 # Melihat konfigurasi diagnostik
Untuk menggunakan kode-kode rahasia hp Android diatas, Anda
hanya perlu mengetiknya pada tampilan dial. Jika kode tersebut
tidak berfungsi, maka dipastikan kode yang diketik bukan untuk
merk Android yang sedang Anda gunakan.
Selasa, 25 Oktober 2016
rangkaian jam digital
Pastinya anda semua sudah tak asing lagi bukan dengan
yang namanya jam digital? Ya, biasanya jam ini dibuat
menggunakan susunan LED ataupun seven segment.
Untuk membuat jam digital sendiri sebenarnya bukan
perkara yang sulit. Anda tidak perlu memiliki
kemampuan programmer untuk membuat sebuah jam
digital.
Karena rangkaian jam digital sederhana ini tidak
memerlukan program. Selain itu anda tak memerlukan
komponen yang banyak dan susah dicari. Oke daripada
anda terus bertanya-tanya dan menebak-nebak. Berikut
adalah skema rangkaian jam digital sederhana dengan
LED tanpa program yang bisa anda contoh.
Cara Membuat Jam Digital LED
Dilihat dari rangkaian tersebut dapat diketahui bahwa
jam digital sederhana ini menggunakan empat buah
seven segment yang dirangkai membentuk angka jam
dan menit. Di tengah-tengahnya terdapat dua buah LED
sebagai pemisah seven segment sebagai waktu menit
dan jam
Selain itu rangkaian ini juga menggunakan beberapa
buah IC yang digunakan untuk mengatur tagangan dan
mati nyala LED pada seven segment. Dengan begitu
rangkaian ini dapat bekerja sebagaimana mestinya
layaknya sebuah jam digital. Tegangan yang diperlukan
oleh rangkaian ini tidak besar, hanya 12 volt saja.
Perlu diketahui bahwa rangkaian jam digital ini tersusun
atas sebuah rangkaian counter dan rangkaian ositalor.
Dengan dua buah rangkaian tersebut, jam digital dapat
bekerja denagn baik tanpa program. Semua komponen
yang diperlukan untuk membuat jam digital ini dapat
anda temukan dengan mudah di toko-toko komponen
elektronika .
tadi dapat memberikan manfaat dan juga inspirasi bagi
para pembaca setia belajarelektronika.net di manapun
anda berada. Sampai jumpa dan jangan lupa bagikan
artikel ini kepada teman-teman anda apabila
bermanfaat.
langkah membuat web dengan HTML
LANGKAH 1
- MEMBUKA NOTEPAD.
- MENGETIKKAN SINTAK/SYNTAX.
pertama, ketikkan
1
|
<html>
|
1
|
<head>
|
Sekarang ketikkan sintak title tadi, jadi seperti ini:
1
|
<head> <title> judul halaman web </title> </head>
|
Body tuh tag container, jadi mesti ditutup. Hasil sampai sekarang:
1
2
3
4
5
6
|
<html>
<head>
<title> Judul Halaman Web </title>
</head>
<body>
</body>
|
1
|
<body>
|
1
|
</body>
|
1
2
3
4
5
6
7
8
|
<html>
<head>
<title> Judul Halaman Web </title>
</head>
<body>
Contoh text yang ditampilkan di halaman web, By: C.H.I.P. Sensei
</body>
</html>
|
kalo udah disave, buka data yang tadi di save.
Pada bagian ini, kalian mungkin akan bingun,g karena html yang tadi disave dan cape cape diketikkan, ternyata gagal. Malah yang terbuka adalah file di notepad/wordpad. tau kenapa???
Karena ketika men-save, file tersebut di save dalem bentuk TXT, bukan HTML. Nah cara men-save dalem bentuk HTML yaitu: ketika mensave, ada satu tempat di bawah tempat kita menulis nama file,? yakni Save As Type. Silahkan ubah dari text document(*.txt) menjadi all files, ketika menulis nama, di akhir di berikan extensi .html, contoh: dasarHTML.html.
Membuat Desain Website Berbasis HTML Dengan Notepad++
ELEMEN DASAR
|
||
Jenis Dokumen
|
<HTML></HTML>
|
(terdapat pada awal dan akhir dari
file HTML)
|
Judul
|
<TITLE></TITLE>
|
(harus selalu terdapat pada mukadimah)
|
Mukadimah (Header)
|
<HEAD></HEAD>
|
(keterangan umum, seperti judul
dsb.)
|
Batang Tubuh
|
<BODY></BODY>
|
(isi dari halaman HTML)
|
FORMAT
TAMPILAN
|
||
Huruf Tebal
|
<B></B>
|
(Bold)
|
Huruf Miring
|
<I></I>
|
(Italic)
|
Garis Bawah
|
<U></U>
|
(Underline - jarang digunakan)
|
Rata Tengah
|
<CENTER></CENTER>
|
(Center - berlaku untuk teks
maupun gambar)
|
Huruf Kedip
|
<BLINK></BLINK>
|
(Blinking - tag terlucu sampai
kini)
|
Ukuran Huruf
|
<FONT
SIZE=?></FONT>
|
(Font Size - boleh diisi dari 1
sampai 7)
|
Warna Huruf
|
<FONT
COLOR="#$$$$$$"></FONT>
|
|
Pilih Jenis Huruf
|
<FONT
FACE="***"></FONT>
|
|
PEMISAH
|
||
Paragraf
|
<P></P>
|
(tag penutup seringkali tak
diperlukan)
|
Align Text
|
<P
ALIGN=LEFT|CENTER|RIGHT></P>
|
|
Pndah Baris
|
<BR>
|
(pindah ke baris berikut)
|
Garis Datar
|
<HR>
|
(Horizontal Rule)
|
Penataan Letak Garis
|
<HR
ALIGN=LEFT|RIGHT|CENTER>
|
|
Tebal Garis
|
<HR SIZE=?>
|
(dalam satuan pixel)
|
Lebar Garis
|
<HR
WIDTH=?>
|
(dalam satuan pixel)
|
Lebar Garis Persentasi
|
<HR
WIDTH="%">
|
(dalam persentasi terhadap lebar
halaman)
|
LATAR BELAKANG
DAN WARNA
|
||
Latar Belakang Gambar
|
<BODY
BACKGROUND="URL">
|
(Tiled Background)
|
Warna Latar Belakang
|
<BODY
BGCOLOR="#$$$$$$"
|
(Background Color - urutan:
merah/hijau/biru)
|
Warna Huruf Teks
|
<BODY
TEXT="#$$$$$$">
|
|
TABEL
|
||
Rancangan Tabel
|
<TABLE></TABLE>
|
|
Garis Batas Tabel
|
<TABLE
BORDER=?></TABLE>
|
|
Lebar Tabel
|
<TABLE
WIDTH=?>
|
(dalam satuan pixel)
|
Lebar Tabel Persentasi
|
<TABLE
WIDTH="%">
|
(dalam satuan persen terhadap
lebar halaman)
|
Baris dalam Tabel
|
<TR></TR>
|
|
Penataan Letak Baris
|
<TR
ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE> |
|
Sel dalam Tabel
|
<TD></TD>
|
(harus ada dalam setiap baris
tabel)
|
Penataan Letak Sel
|
<TD
ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE> |
|
Kepala Tabel
|
<TH></TH>
|
(Table Header - seperti data
dengan Bold dan Center)
|
Penataan Letak Kepala Tabel
|
<TH
ALIGN=LEFT|RIGHT| CENTER|MIDDLE|BOTTOM
VALIGN=TOP|BOTTOM|MIDDLE> |
|
Warna Kepala Tabel
|
<TH
BGCOLOR="#$$$$$$">
|
|
<td colspan="3"><h3>Silahkan Berkomentar : </h3></td>
</table>













